Langit, menangislah yang deras.
Lagian aku tak mau mengusap air matamu.
Dan, hujan, bisakah kita bertukar peran?
Aku ingin menjadi kamu.
Aku tahu, bahkan tetesan hujan
dari langit yang tertinggi pun
akhirnya jatuh ke aspal juga.
Aku ingin tahu,
dari mana asal hujan?
Apakah hujan punya keluarga?
Satu tetes hujan jatuh di bahuku,
aku memikirkannya.
Berapa jarak yang telah ditempuhnya
dari awan sampai bahuku?
Secepat apa jantungnya terpompa?
Kalau hujan ingin jatuh di bahuku, atau di atas rambutku,
apakah ia akan merasa sedih jika aku memakai payung?
Apa yang dikatakan hujan sewaktu akhirnya
sang awan melepaskannya dari ketinggian?
Kalau hujan merasa sepi, lalu menangis,
apakah ia sedang melahirkan anak hujan?
Saya tak suka hujan, hanya jika aku memakai make up.
Tapi saya tak suka make up, jadi saya lebih menyukai hujan.
Oh, bunga-bunga!
Ayo, berganti bajulah.
Aku mau sebentar saja memakai baju warna ungumu.
Aku mau tahu,
apa yang dirasakan bunga
ketika ia pertama kali mekar?
Apa yang dikatakannya
ketika ia menjadi layu?
Pertama mekar ia dipuji,
waktu layu ia dibuang.
Padahal hidup bunga begitu singkat.
Sebentar saja ia tersenyum, lalu layu.
Kasihan. Padahal, baju-bajunya begitu cantik.
Saya menulis sebab sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus. Semua yang saya tulis disini sebenarnya cuman mau bikin pengakuan dosa saja. Ini cuman sekedar luapan dari sampah hati saya setelah sekian lama mengendap di palung pikiran yang kedap dan padat.
Jumat, 11 Mei 2012
Rabu, 09 Mei 2012
Manusia Berisik
Manusia pada berisik.
Kerjaannya cuma ngritik.
Dari luar keliatan cantik.
Dalamnya hati fasik.
Mending ga usah buka suara.
Yang paling byk duitnya yg juara.
Gak usah maki-maki.
Yang denger udah aki-aki.
Kuping nempel tapi budeg.
Otak pinter tapi ndableg.
Ga pduli rakyat cemas.
Cuma pduli ngantongin emas.
Uang jd alasan utama.
Buka suara jg percuma.
Manusia emang brisik.
Cuma bs ngritik.
Dunia uda kebalik.
Gak jelas mana yang baik.
Harusnya cari solusi.
Bukan cuma berbasa-basi.
Kerjaannya cuma ngritik.
Dari luar keliatan cantik.
Dalamnya hati fasik.
Mending ga usah buka suara.
Yang paling byk duitnya yg juara.
Gak usah maki-maki.
Yang denger udah aki-aki.
Kuping nempel tapi budeg.
Otak pinter tapi ndableg.
Ga pduli rakyat cemas.
Cuma pduli ngantongin emas.
Uang jd alasan utama.
Buka suara jg percuma.
Manusia emang brisik.
Cuma bs ngritik.
Dunia uda kebalik.
Gak jelas mana yang baik.
Harusnya cari solusi.
Bukan cuma berbasa-basi.
Senin, 30 April 2012
Mi(nta) Cin(ta)
hatiku udah kebal, puisi cinta cuma gombal.
walau Demi Lovato bersedia, tak ada sisa untuk cinta.
Badanku gatal-gatal, janji kencan pun batal.
hatiku tak terbuka, walalu harta ada di muka.
meski diberi rudal, aku takkan menginjak pedal.
hanya kesenangan seketika, rasa suka meninggalkan luka.
bulan pucat telah terbenam, rasa cinta sulit tertanam.
hati ini terasa tawar, kenangan manis telah pudar.
jalanan kota tak pernaj lengang, pasangan-pasangan pada berlenggang.
Menghirup udara luar, mencuri aroma mawar.
katanya cinta itu buta. katanya cinta bak permata.
katanya cinta tak pandang harta,
tapi adakah ruang untuk cinta?
kala cinta menggebu, dua hati menyatu.
sekarang hati telah beku, kalender cinta tak lagi berlaku.
apakah cinta? yang mungkin telah terlupa.
saat angin topan menerpa, tak ada alasan untuk meminta..
cinta
Badanku gatal-gatal, janji kencan pun batal.
hatiku tak terbuka, walalu harta ada di muka.
meski diberi rudal, aku takkan menginjak pedal.
hanya kesenangan seketika, rasa suka meninggalkan luka.
bulan pucat telah terbenam, rasa cinta sulit tertanam.
hati ini terasa tawar, kenangan manis telah pudar.
jalanan kota tak pernaj lengang, pasangan-pasangan pada berlenggang.
Menghirup udara luar, mencuri aroma mawar.
katanya cinta itu buta. katanya cinta bak permata.
katanya cinta tak pandang harta,
tapi adakah ruang untuk cinta?
kala cinta menggebu, dua hati menyatu.
sekarang hati telah beku, kalender cinta tak lagi berlaku.
apakah cinta? yang mungkin telah terlupa.
saat angin topan menerpa, tak ada alasan untuk meminta..
cinta
Minggu, 29 April 2012
Orang-orang dewasa
Demsit… Orang-orang dewasa
pura-pura tak punya dosa
tak putus asa membuat miskin bangsa
Orang-orang dewasa
sok punya kuasa
tak peduli menginjak-injak rakyat biasa
Orang-orang dewasa
semua sok bisa
senantiasa membuat segalanya susah
Anak-anak kecil bicara sampai berbusa
dan menghisap bisa ular dewasa
katanya mempertahankan nusa
katanya menyatukan bangsa
yang ada malah kuburan asa..
Tak pentinglah kuasa
Kalau malah menyemprotkan bisa
seperti ular lapar memangsa
menggeliat di tanah basa
mengejar-ngejar dengan tergesa
BODOH! Orang-orang berkuasa
PURA-PURA! Tak punya dosa
tak putus asa membuat miskin bangsa
Orang-orang dewasa
sok punya kuasa
tak peduli menginjak-injak rakyat biasa
Orang-orang dewasa
semua sok bisa
senantiasa membuat segalanya susah
Anak-anak kecil bicara sampai berbusa
dan menghisap bisa ular dewasa
katanya mempertahankan nusa
katanya menyatukan bangsa
yang ada malah kuburan asa..
Tak pentinglah kuasa
Kalau malah menyemprotkan bisa
seperti ular lapar memangsa
menggeliat di tanah basa
mengejar-ngejar dengan tergesa
BODOH! Orang-orang berkuasa
PURA-PURA! Tak punya dosa
Jumat, 20 April 2012
Menikmati Pencurian
aku harap kamu tak curiga
karena aku mencuri aromamu
dan menyimpannya dalam-dalam di memoriku
meskipun kau curiga
memoriku takkan mengembalikannya kepadamu
aku menikmati ini.
kegiatan mencuri ini.
apa kau juga menikmati saat-saat pencurian ini?
apa kau juga mencuri aromaku dan menyimpannya dalam-dalam di memorimu?
rasa ini seperti kembang gula
meleleh di atas lidah
mengalirkan aroma manis
memberi rasa hangat
dengan suara gemericik gulali di dalam mulut
maniiiiiiiiiiiiiiss bangeeeett
Sabtu, 14 April 2012
Sampai Langit Mengantuk
langit yang merah
menyembunyikan bulan
aku menunggu
setiap kali langit mulai mengantuk
aku selalu mencari
harumnya bulan
tapi kenapa langit begitu pelit?
aku hanya menanti bulan
sebentar
sebentar saja
tunjukkan aku lagi aroma bulan
biarkan inderaku menelusuri jejakmu
sejauh apapun itu
meskipun langit tak lagi mengantuk
aku terus menunggu
untuk kutelusuri jejakmu
Kamis, 12 April 2012
Makan Pelangi
Imajinasiku lapar. aku ingin melahap pelangi di malam hari. di samping dia yang hangat seperti api kecil yang menari-nari di atas kayu yang terbakar.
apa rasa pelangi? seperti rasa satekah?
atau rasa juicy daging steak?
atau rasa gula yang meleleh di mulut?
apakah rasanya lucu seperti saat kamu mengemut pisang lunak?
apakah bisa kubungkus untuk kubawa pulang?
kalau aku melebur menjadi pelangi, aku akan jadi warna apa?
apakah warna merah yang menonjol? atau kuning yang periang? atau putih sumber semua warna?
apa rasa pelangi? seperti rasa satekah?
atau rasa juicy daging steak?
atau rasa gula yang meleleh di mulut?
apakah rasanya lucu seperti saat kamu mengemut pisang lunak?
apakah bisa kubungkus untuk kubawa pulang?
kalau aku melebur menjadi pelangi, aku akan jadi warna apa?
apakah warna merah yang menonjol? atau kuning yang periang? atau putih sumber semua warna?
Langganan:
Postingan (Atom)