Sabtu, 18 Juli 2015

Sumbangan atau Permen?

Kenapa di mini market dan supermarket harus ada kebiasaan nanya "400nya boleh disumbangkan?"

Gak semua orang terbiasa bilang "nggak".

Dulu dituker permen. Sekarang ditodong pertanyaan "boleh disumbangin?". Lebih berasa sedekah langsung daripada via kasir. Coba itu kembalian yang katanya disumbangin sama minimarket/supermarket diakumulasi pake sistem semacam poin-poin membership.
Lumayan. Pas sudah banyak nanti si minimarket tinggal nyalurin sumbangan 'kembalian' terus user bisa liat laporannya di akun membershipnya.

Mungkin bakal banyak yang lebih ikhlas beneran. Ikhlas loh.
Bukan 'yaudah lah enggak apa 300 doang' atau respon yang lebih ngarah ke pasrah dan bodo amat lah.

Intinya:
Duit kalo dikeluarinnya dikit-dikit gak berasa tau-tau abis. Beli rokok 500 ribu per bulan ga berasa. Beli paket internet 100 ribu buat sebulan berasa mahal bener.
Biarin gak nyambung, yang penting aku sayang kamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam.