Mungkin pada akhirnya kita akan menikah dengan yang :
1. Tidak paling kita cintai
2. Tidak seenergi bahkan tidak seru sama sekali
3. Tidak paham dan dapat mengimbangi keanehan kita.
Percayalah bahwa pasti kita akan berdampingan dengan seseorang yang menerima kita luar dan malam.
Saya menulis sebab sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus. Semua yang saya tulis disini sebenarnya cuman mau bikin pengakuan dosa saja. Ini cuman sekedar luapan dari sampah hati saya setelah sekian lama mengendap di palung pikiran yang kedap dan padat.
Minggu, 21 Juni 2015
Marry Accepted
Everything Isn't Same
Bahagia punya jalannya masing-masing. Kita saja yang kerap membuat pusing. Atas waktu dan kepercayaan yang seseorang berikan lalu kemudian salah satunya kau sia-siakan. Maka ketahuilah....
"segalanya tak akan lagi sama"
Salah kalau kamu harus paksa pasanganmu untuk setia, cukup ajarkan dia buat ikhlas nerima kalau dia belum pantes buat disayang orang.
"Maaf cantik, aku rasa kita harus putus, tapi wait... Jika di kemudian hari ditemukan kekeliruan, aku bisa tinjau lagi kok keputusan ini."
Tentang bahagiamu bersamanya saja, itu yang ingin kudengar, tentang kenyataan bahwa aku ternyata tak tergantikan itu tak perlu. Aku sudah tau.
Makhluk Multitasking
Pernah disetirin cewek yang belom bisa bedain mana rambu dilarang lewat (forbidden) sama mana rambu dilarang berhenti.
Lucunya sih kebanyakan cewek itu makhluk multitasking, mereka bisa tetep fokus nyetir sambil fokus juga inget-inget dan ngebahas kesalahan pasangannya sambil sesekali balas bbm dari temennya.
Pernah gue dibuat takjub seraya mengucap takbir ketika melihat sendiri cewek gue dulu yang lagi nyetir sambil pake pensil alis, dan ajaibnya rapih -__-
Jadi inget nyokap gue bisa masak, sambil ngeringin baju di mesin cuci sambil tetep nonton & ngomel-ngomel liat infotaiment. Respect. Enggak heran sih kalo cewek bisa selingkuh dari pasangannya sambil enggak ngeliatin ada sesuatu yang beda dalam dirinya. Jadi kita enggak sempet curiga.
Menyerah Tanpa Kalah
Ada yang menyerah dalam berjuang, tapi enggak berarti itu kalah. Menyerah bisa jadi menyayangi hati dan cara berhenti melukai diri sendiri. Kita enggak punya kewajiban selalu berjuang kok, kadang tau kapan harus menyerah itu lebih keren dari pada terus mencoba tanpa ada hasilnya.
Sabtu, 20 Juni 2015
Negeri Kawin
Di negeri ini, nikah usia belia lebih baik daripada nikah beda agama. Karena percuma dewasa, bertanggung jawab dan waras kalo gak seagama.
Di negeri ini diperbolehkan nikah usia 16 tahun tapi enggak boleh minum alkohol sebelum 21. Karena mabok lebih butuh tanggung jawab daripada kawin.
Di negeri ini lebih mudah kawin daripada dapat SIM. Karena beranak enggak butuh helm dan enggak kebut kebutan di jalan.
Di negeri ini lebih baik menikah dulu di umur 16 tahun lalu membuat KTP di usia 17 tahun.
Rabu, 17 Juni 2015
Alasan yang Membuatku Suka Kepadamu
Aku suka hal-hal kecil yang manis yang kamu lakukan buatku. Karena semua yang besar berawal dari yang sederhana. ♥
Melihatmu tertidur dengan senyum itu sudah cukup untuk membayar semua hal yang kulakukan seharian untuk membuat kamu senang. Alasan utamaku memilihmu selain cinta adalah karena kamu tak terlalu banyak menuntutku. Kamu membuatku menjadi apa adanya dalam mencintaimu. Terima kasih.
Selasa, 09 Juni 2015
Fit nach?
Kata orang tua saya, fitnah itu bagian dari aniaya. Maka, berdoalah untuk 2 hal, berkah bagi diri sendiri dan kesadaran buat pemfitnahnya. Sejak dinasehatin gitu, setiap dapet rejeki terutama akhir-akhir ini, jadi mikir "Jangan-jangan ada yang abis fitnah gue nih." Hehe... Alhamdulillah.