Minggu, 21 Juni 2015

Menyerah Tanpa Kalah

Ada yang menyerah dalam berjuang, tapi enggak berarti itu kalah. Menyerah bisa jadi menyayangi hati dan cara berhenti melukai diri sendiri. Kita enggak punya kewajiban selalu berjuang kok, kadang tau kapan harus menyerah itu lebih keren dari pada terus mencoba tanpa ada hasilnya.

Sabtu, 20 Juni 2015

Negeri Kawin

Di negeri ini, nikah usia belia lebih baik daripada nikah beda agama. Karena percuma dewasa, bertanggung jawab dan waras kalo gak seagama.
Di negeri ini diperbolehkan nikah usia 16 tahun tapi enggak boleh minum alkohol sebelum 21. Karena mabok lebih butuh tanggung jawab daripada kawin.
Di negeri ini lebih mudah kawin daripada dapat SIM. Karena beranak enggak butuh helm dan enggak kebut kebutan di jalan.
Di negeri ini lebih baik menikah dulu di umur 16 tahun lalu membuat KTP di usia 17 tahun.

Rabu, 17 Juni 2015

Alasan yang Membuatku Suka Kepadamu

Aku suka hal-hal kecil yang manis yang kamu lakukan buatku. Karena semua yang besar berawal dari yang sederhana. ♥

Melihatmu tertidur dengan senyum itu sudah cukup untuk membayar semua hal yang kulakukan seharian untuk membuat kamu senang. Alasan utamaku memilihmu selain cinta adalah karena kamu tak terlalu banyak menuntutku. Kamu membuatku menjadi apa adanya dalam mencintaimu. Terima kasih.

Selasa, 09 Juni 2015

Fit nach?

Kata orang tua saya, fitnah itu bagian dari aniaya. Maka, berdoalah untuk 2 hal, berkah bagi diri sendiri dan kesadaran buat pemfitnahnya. Sejak dinasehatin gitu, setiap dapet rejeki terutama akhir-akhir ini, jadi mikir "Jangan-jangan ada yang abis fitnah gue nih." Hehe... Alhamdulillah.

Rabu, 22 April 2015

Teori Hati

Caraku jatuh cinta padamu- mematahkan teori teoriku tentang cinta- selama ini. Karena jatuh cinta tidak bisa diteorikan dan jatuh cinta juga tidak bisa direncanakan. Bahkan beberapa kriteria yang selama ini di agung agungkan pun - terlewatkan.

Dulu, ingin tipe begini, tipe begitu. Tapi saat cinta jatuh dan Tuhan mulai bekerja- yang jauh dari kriteria pun enggak masalah. Karena pada akhirnya jatuh cinta adalah perasaan nyaman, penerimaan dan pemakluman.

Senin, 09 Maret 2015

Kredo Kata

Kata-kata bukanlah alat mengantarkan pengertian. Dia bukan seperti pipa yang menyalurkan air. Kata adalah pengertian itu sendiri. Dia bebas. 
Kalau diumpamakan dengan kursi, kata adalah kursi itu sendiri dan bukan alat untuk duduk. Kalau diumpamakan dengan pisau, dia adalah pisau itu sendiri dan bukan alat untuk memotong atau menikam. 
Dalam kesehari-harian kata cenderung dipergunakan sebagai alat untuk menyampaikan pengertian. Dianggap sebagai pesuruh untuk menyampaikan pengertian. Dan dilupakan kedudukannya yang merdeka sebagai pengertian. 
Dalam puisi saya, saya bebaskan kata-kata dari tradisi lapuk yang membelenggunya seperti kamus dan penjajahan-penjajahan lain seperti moral kata yang dibebankan masyarakat pada kata tertentu dengan dianggap kotor (obscene) serta penjajahan gramatika. 
Bila kata dibebaskan, kreatifitaspun dimungkinkan. Karena kata-kata bisa menciptakan dirinya sendiri, bermain dengan dirinya sendiri, dan menentukan kemauan dirinya sendiri. Pendadakan yang kreatif bisa timbul, karena kata yang biasanya dianggap berfungsi sebagai penyalur pengertian, tiba-tiba, karena kebebasannya bisa menyungsang terhadap fungsinya. Maka timbullah hal-hal yang tak terduga sebelumnya, yang kreatif. 
Dalam (penciptaan) puisi saya, kata-kata saya biarkan bebas. dalam gairahnya karena telah menemukan kebebasan, kata-kata meloncat-loncat dan menari diatas kertas, mabuk dan menelanjangi dirinya sendiri, mundar-mandir dan berkali-kali menunjukkan muka dan belakangnya yang mungkin sama atau tak sama, membelah dirinya dengan bebas, menyatukan dirinya sendiri dengan yang lain untuk memperkuat dirinya, membalik atau menyungsangkan sendiri dirinya dengan bebas, saling bertentangan sendiri satu sama lainnya karena mereka bebas berbuat semaunya atau bila perlu membunuh dirinya sebdiri untuk menunjukkan dirinya bisa menolak dan berontak terhadap pengertian yang ingin dibebankan kepadanya. 
Sebagai penyair saya hanya menjaga--sepanjang tidak mengganggu kebebasannya--agar kehadirannya yang bebas sebagai pembentuk pengertiannya sendiri, bisa mendapatkan aksentuasi yang maksimal. 
Menulis puisi bagi saya adalah membebaskan kata-kata, yang berarti mengembalikan kata pada awal mulanya. Pada mulanya adalah Kata. 
Dan kata pertama adalah mantera. Maka menulis puisi bagi saya adalah mengembalikan kata kepada mantera. 
--- 
Sutardji Calzoum Bachri 
Bandung, 30 Maret 1973

Selasa, 03 Februari 2015

Obrolan semalam

Sebelum ada kamu, saya tak punya kebiasaan berpikir 1000 kali hanya untuk bertanya "lagi apa?". Saya konsisten untuk tidak konsisten memutuskan berhenti atau terus mengejarnya.

Terus merasa nyaman berada di dekatmu tanpa harus pusing memikirkan sebuah status saja cukup. Dan tetap bisa menikmati keheningan di sela-sela pembicaraan adalah sebenar-benarnya nyaman.