Rabu, 17 Juli 2013

Man of Power

Menurut kamu, manusia itu adalah makhluk yang kemampuannya nggak terbatas atau malah maha terbatas?
Manusia nggak bisa terlalu dekat dengan matahari karena bisa mati terbakar. Jadi, manusia punya keterbatasan.
Mengambil resiko itu nggak salah. Yang salah adalah mengabaikan keterbatasan kita ketika mengambil resiko.

Tau diri dan bisa mengukur keterbatasan diri sendiri itu bukan berarti pesimis lho. Itu artinya realistis. Mengakui keterbatasan diri sendiri itu artinya jujur dengan diri sendiri dan punya pemikiran panjang.
Kadang malah dengan keterbatasan yg kita punya kita bisa lebih berhasil daripada ngarepin sesuatu yg mustahil.

Kemampuan terbatas yg kita punya sekarang akan lebih baik lagi kalo kita realistis & terus berlatih :)
"Find your own limitations, but don't limit yourself with false modesty." - Anne McCaffrey

Mungkin satu hal yg nggak bisa dibatasi adalah kemungkinan-kemungkinan untuk hidup bahagia ya?
"If people don't recognize such limits, God will make them realize His own way." - Pramoedya Ananta Toer

Semua orang berhak untuk bahagia dengan cara masing-masing. "Every limit is a beginning as well as an ending." - George Eliot

Jangan ragu untuk menjadi egois demi bahagia :))

Selasa, 16 Juli 2013

Background Distance

Mungkin orang yang LDR-an lebih banyak berkomunikasi sama pasangannya ketimbang yang nggak ya? Cuma masalahnya, ngobrol di telepon terus itu akhirnya bikin jenuh. Lama² bingung juga apa yang mau diomongin :D

Aku aja ngejalanin udah 2-3 tahun LDR-an. Lama-lama komunikasi, jadwal chatting yg tadinya exciting jadi tambahan beban hidup :D
Belum lagi kalo pasangan LDR-nya posesif dan cemburuan. Aih, dem! Plis deh. Udah jauh, bikin rempong pulak.

Semua yang LDR-an harus mikirin gimana caranya supaya nggak LDR-an lagi. Salah 1 harus pindah, atau cari pacar baru :D Keuntungan LDR-an cuma 1 sih: Pas ketemu kangennya lebih terpuaskan dibanding sama yang bisa sering ketemu :')

Tapi ingat, aku nyaman ngejalaninnya. Dengan atau tanpa kamu , aku, dan mimpi kita dulu.
Walaupun harusnya pas ketemu, ga ada waktu untuk konflik gak penting. Both will want nothing but best quality time.

Seharusnya ada majalah yang judulnya "Move On" atau "LDR". Pasti laku keras. Dan aku bakal jadi pelanggan sejatinya.

Senin, 15 Juli 2013

Kamu sudah tersenyum hari ini? :)

Orang yang mampu untuk tersenyum dalam keadaan apapun itu adalah orang yang kaya. Aku mau kaya :)

Setiap senyum pasti meninggalkan kesan yang menyenangkan. Kecuali senyum mertua jahat di sinetron. Kalo kita lagi ngomong sama orang di telpon sambil senyum, meskipun orangnya nggak liat kita, pasti orangnya merasa :)

Senyum itu bikin orang merasa diterima dan dihargai. Iya kan? Iya. Aku selalu ngerasa nyaman sama orang yg nggak pelit untuk senyum & nggak betah sama orang yang juteg 24/7.
Orang ganteng sekalipun kalo nggak suka senyum ya tetep ganteng sih. Tapi nggak semenyangkan orang yang suka senyum...

Senyum itu menular. Mood sejelek apapun kalo liat orang tersenyum jadi agak enakan. Kalo bisa jadi orang yang menyenangkan cuma dengan senyum aja, kenapa memilih jadi orang yang menyebalkan?

Jangan kayak mantan aku dulu yang smp dan sma selalu saja dapat predikat miss jutek. Tapi untungnya setelah berpacaran sama aku, mereka banyak belajar senyum terus, sekarang banyak teman dan mantan deh merekanya :)
Itu karna setiap ketemuan aku bilangin "orang yg marah² terus jadi cepet tua. Artinya, kalo berusaha untuk senyum terus jadi awet muda kan? Dan akupun akan selalu menyayangimu selama senyum itu ada padamu".. :D

Mendingan memaksa diri untuk tersenyum daripada kesel terus-terusan kan? Siapa tau dgn begitu keselnya jadi ilang. Eh, tapi jangan salah loh.. biasanya yg ketularan bukan dapet senyum lagi tapi bisa jadi ngakak kalo pas ngobrol sesuatu :) --> :)) --> :D

Daripada puasanya batal karena kesel, mendingan pura-pura tersenyum. Pura-pura yg kayak gitu nggak bikin dosa kok. Sebab dengan banyak tersenyum, orang lain jadi nyaman sama kita & kita ngebantu orang lain juga untuk merasa lebih baik :')

Jangan takut kalo kebanyakan senyum gigimu jadi kering. Mending gigi kering lagian, daripada hati yg kering. Aeh.
Senyum itu sesuatu yg paling murah yg bisa kasih ke org lain, tapi efeknya dahsyat dan nggak murahan :D
Orang yang bersyukur dan ikhlas, pasti nggak susah untuk tersenyum ya? Iya.

Dulu aja mukaku jutek bawaan lahir. Karena sering senyum gara² males dibilang galak. Sekarang jadi kebiasaan senyum ke siapa aja :)
Yang aku lakuin kalo lagi susah senyum, latihannya gigit pensil atau pulpen. Tapi jangan dikunyah ya. Nanti matik :D

Orang yang susah untuk nggak senyum terus itu orang yang lagi jatuh cinta ya? Karena nggak tiap hari kita bisa jatuh cinta demi bisa senyum terus, gimana kalo senyum duluan supaya ada yang jatuh cinta?

Mau minta tolong sama orang juga kalo pake senyum kebanyakan lebih berhasil daripada mintanya pake maksa. Masih bisa makan, masih bisa tidur, masih punya temen kan? Berarti masih bisa senyum juga dong :')

Minggu, 14 Juli 2013

Social Reunion

Beberapa tahun yang lalu ketika Facebook masih jadi primadonna di media sosial, saya pun dipertemukan dengan teman-teman lama saya melalui jejaring sosial tersebut. Rasanya senang sekali, seperti dipertemukan dengan kepingan-kepingan dari masa lalu saya.

Sebagai tindakan selanjutnya, mulailah saya diundang untuk menghadiri reuni-reuni dengan teman-teman lama. Dimulai dengan teman-teman SMP, lalu teman-teman SD, teman-teman kuliah, dan akhirnya juga teman-teman TK. Menyenangkan sekali. Maklumlah, kami sudah sangat lama tidak bertemu dan rasanya penasaran melihat bagaimana keadaan satu sama lain.

Tapi bagi saya, itu hanya euphoria semata.

Saya mulai jenuh dengan seringnya undangan untuk reuni, yang kemudian mereka ganti dengan istilah lain seperti “makan siang", “buka bersama", dan “nonton bareng".

Bukannya saya tidak menghargai pertemanan saya dengan teman-teman di masa lalu saya, tapi selama kami terpisahkan oleh waktu yang cukup lama, saya tetap membuat pertemanan-pertemanan baru. Saya bertemu dengan orang-orang lain, membuat kenangan dengan mereka, menjalin pertemanan - bahkan persahabatan - dengan beberapa di antara mereka. Dan saya merasa nyaman dengan “orang-orang baru" itu.

Bertemu lagi dengan teman-teman lama yang sebelumnya berkirim kabar saja pun tidak pernah adalah kecanggungan yang tidak penting, menurut saya. Pertemuan-pertemuan yang terlalu banyak diisi dengan basa-basi dan gossip tentang mereka yang tidak hadir di pertemuan-pertemuan itu. Lalu saya mulai mempertanyakan hidup mereka setelah kami lulus sekolah atau kuliah: apakah mereka juga membuat pertemanan baru setelahnya, mengingat hampir setiap minggu mereka mengadakan “reuni"? Tentu saja pertanyaan itu hanya saya ajukan kepada diri saya sendiri.

Saya suka reuni, hanya untuk sedikit mengintip masa lalu saya, bukan untuk lalu mencoba menjalin pertemanan dengan mereka yang dulu pun asing bagi saya. Mereka memang pernah saya kenal, dan mungkin kami juga pernah berteman, tapi sekarang mereka adalah orang-orang asing bagi saya. Bertemu dengan mereka lagi rasanya seperti berada di sekumpulan orang yang saling memaksakan diri untuk merasa dekat satu sama lain atas nama kenangan masa lalu.

Saya bukan pembenci reuni. Buktinya, saya senang sekali setiap kali saya dipertemukan lagi dengan malam, hujan, makanan kesukaan saya, juga orang-orang yang saya cintai dan saat ini ada di dalam hidup saya.

Tapi bukan dengan mereka yang asing, dan terpaksa berbagi cerita dengan mereka di atas meja makan…

Agronomy Asisstant

Kali ini adalah cerita tentang pekerjaan harian saya diperkebunan sawit di salah satu perusahaan di Lahat, Sumatera Selatan sebagai asisten agronomi. Banyak adik kelas yang bertanya “Apa sih asisten agronomi? Sama gak dengan asisten lapangan atau asisten kebun? Kerjaanya ngapain aja?”.

Mungkin postingan ini bisa sedikit menjawab rasa penasaran mereka. Asisten agronomi adalah seorang staff yang ditugaskan dan diberi tanggung jawab terhadap satu divisi (rata-rata 500-800 ha) atau dua divisi (biasanya divisi kecil salah satunya) termasuk semua karyawan di dalam divisi tersebut. Tanggung jawab yang dimaksud adalah mengenai perawatan seperti pemupukan,perawatan lahan, menjaga lahan agar tidak semak, mengendalikan hama, gulma dan penyakit, penyemprotan, dan lain-lain yang berhubungan dengan perawatan.

Tanggung jawab yang lain adalah panen. Ini berhubungan dengan pengaturan rotasi panen, pengutipan brondolan,penyusunan pelepah, grading buah, dan lain-lain. Kemudian administrasi berkaitan dengan muster chit,aktivitas nota permintaan barang dan lain-lain. Lalu bagaimana satu orang bisa mengerjakan itu semua? Kalau satu orang tidak akan bisa. Tugas seorang asisten agronomi adalah membuat rencana kerja kemudian mengaturkan mandor-mandor (mandor 1, mandor perawatan, dan mandor panen) agar memastikan dan mengatur anggotanya supaya rencana kerja yang sudah disusun bisa berjalan dengan baik.

Namun bukan setelah diatur mandor seorang asisten lalu bisa santai. Asisten harus memastikan bahwa semua karyawan bekerja sesuai instruksi dan target kerja yang sudah ditetapkan. Jadi sampai disitu saja kerja asisten? Tentu tidak. Asisten lapangan adalah satu-satunya jenis staff dengan jam kerja tidak terbatas. Transport buah, dump truck terpuruk atau terbalik, lahan terbakar, dan lain-lain juga masuk tanggung jawab seorang asisten agronomi. Di beberapa perusahaan asisten lapangan disebut juga asisten lapangan atau asisten kebun. Secara nama mungkin beda tetapi tanggung jawab tetap sama. Ups, hampir lupa. Semua pekerjaan asisten dipertanggungjawabkan kepada asisten kepala (askep) yang kemudian dilaporkan ke manager (EM). Itulah keseharian seorang asisten lapangan.

Kalau untuk lowongan kerja masih banyak dibutuhkan asisten lapangan di
perkebunan sawit di Indonesia. Bisa di search di google atau lewat situs penyedia informasi lapangan kerja seperti jobstreet.com.
Semoga informasi ini berguna bagi yang baru atau akan melamar di posisi ini.

Sabtu, 13 Juli 2013

Memories Ramadan of Tarawieh

Adalah suatu hal yang biasa dilakuin yaitu nyari masjid yg imam nya cepet. Dan kalo lagi cegah laper sudah pasti bawaanya adalah bawa mi instan terus dibubukin dan makan bareng. How embarrassing..

Bete?? Cape?? Yaudah sih... Kabur ditengah-tengah tarawih sama temen-temen cuma buat beli sate kikil di depan masjid dan gak lupa main sabet sarung.
Tak jarang jajan dulu sebelum tarawih abis itu main petasan deh. Kemudian godain temen yang lagi sok mau sholat khusyuk, contohnya aja pelorotin celananya pas bangun dari sujud atau sewaktu temen lagi rukuk sodok pantatnya pake tangan yang kenceng sampe teriak kesakitan. Hahaha...

Kalau udah ada tugas dari sekolah, yaudahlah sibuk nyatetin ceramah imamnya. Padahal baru malem ke berapa tapi ceramah di buku ramadan udah keisi jauh. Mindahin dari buku ceramah semua, biar gak repot dan bisa ngobrolin yg lain dan paling depan banget soal minta tanda tangan sama imam di buku Ramadan setelah solat tarawih.

Nyari shof juga mesti paling pojok, biar bisa lendehan dan yang terpenting harus cari posisi yang deket kipas angin biar gak kegerahan. Kalau sudah gak mood taraweh dari rumah sih pas waktunya solat malah nongkrong di rental playstation, udah rakaat pertengahan. Balik-balik udah witir :p

Kalau lagi saking lamanya, bisa sampe nulis di sajadah udah berala rakaat sholatnya. Baru berdiri buat solat sehabis "Aaamiinnn.." =))) Pas rakaat-rakaat terakhir, udah pegel, enggak ikut sholat malah ngobrol di belakang. Pas orang-orang mau atau sedang atahiyat akhir, pura-pura deh ngikut. Kalo capek banget, yoweslah tiduran di sebelah temen sambil godain dia yg lagi sholat biar batal :D

Untuk momentum sih paling seneng adegan gorden pembatas jemaah cewek ketiup angin. Soalnya bisa curi-curi pandang ke jemaah cewek yg ketje. Terus duduk pas orang-orang sujud, dadah-dadah sama temen yg duduknya jauhan.

Tuhkan... Emang Ramadan bulannya anak kecil bahagia. Kreatif amat sih rusaknya. Ada yang bikin ketawa ada yang bikin senyum ada yang bikin nangis ada yg bikin ngelus dada. Yaudalahya, tambah dewasa. :")

True love itu adalah cinta yang ___.

Cinta adalah sesuatu yang spontan & dilakukan tanpa paksaan. Datang tanpa peringatan, hadir begitu saja. Dalam cinta, ada kerinduan, ada keinginan, dan juga ada chemistry.
Di awal hubungan, biasanya emosi kita masih meluap-luap. Ketika emosi yg meluap-luap itu mereda & kita masih bahagia, itulah cinta. Cinta juga pilihan. Pilihan untuk terus mencintainya, dan tidak berpindah lagi ke lain hati.

Untuk terus mencintai, tidak hanya dibutuhkan perasaan tapi juga pemikiran. Yang membuat keputusan itu kepala kan? Ketika logika sudah berbicara, kita seharusnya sudah bisa memutuskan: siapa yang layak kita cintai, siapa yang tidak.

Cinta itu bukan hanya kata benda, tapi juga kata kerja. Ketika kita memutuskan untuk mencintai, kita akan "bekerja" untuk mempertahankannya. Cinta itu adalah komitmen. Komitmen untuk menjadikannya prioritas, berkompromi, juga berkorban.
Cinta tanpa komitmen nggak akan bertahan lama. Makanya kalo memang cinta, nggak ada yang akan takut diajak berkomitmen :)

Cinta sejati itu bisa dirasakan, ditunjukkan, dan dapat dilihat - bukan hanya sekedar didengar. Cinta sejati menerima apa adanya, tanpa ingin mengubah. Kalo berubah pun, pasti karena keinginan sendiri, bukan karena paksaan.

Cinta sejati itu percaya dan tidak akan pernah menyerah, sesulit apa pun keadaannya. Ketika jarak memisahkan, kalau itu memang cinta sejati, nggak akan ada yang berubah.