Tampilkan postingan dengan label True love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label True love. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Mei 2014

Bercinta Dengan Jiwa Lupa

Aku ingin kita bercinta. Kita bercinta melepas segala identitas. Kita menanggalkan siapa kita, apa status kita, dan apapun atribut kita. Kita melupakan kehidupan kita masing-masing dan menghabiskan menit-menit ini sebagai dua manusia yang terikat oleh nafsu. Bukan cinta. Lalu aku menyukaimu tanpa mesti mengukirmu dengan hati, hanya bermodalkan suka sama suka.

Kita bercinta, untuk sejenak kita bukan siapa-siapa. Kita mainkan peran yang sama sekali berbeda dari yang kita lakukan di kehidupan nyata. Ranjang menjadi panggung sandiwara. Panggul kita menjadi atensi utama. Kita aktris dan aktor yang berdansa di atas seprai.

Bibir kita, tubuh kita, lalu menyatu. Bagai potongan puzzle yang tercetak sempurna untuk satu sama lain. Tak perlu hati, hanya genital semata. Kita bercinta dalam ketelanjangan. Dalam kekosongan yang utuh. Tanpa memori masa lampau atau harapan hari esok.

Aku ingin kita bercinta, lalu lupa siapa kita. Hari ini saja, cukup hari ini. Mengenai esok bisa kita pikirkan besok. Aku ingin kita bercinta, tanpa cinta. Kita lupakan masa. Kita dua jiwa yang lupa.

Sabtu, 13 Juli 2013

True love itu adalah cinta yang ___.

Cinta adalah sesuatu yang spontan & dilakukan tanpa paksaan. Datang tanpa peringatan, hadir begitu saja. Dalam cinta, ada kerinduan, ada keinginan, dan juga ada chemistry.
Di awal hubungan, biasanya emosi kita masih meluap-luap. Ketika emosi yg meluap-luap itu mereda & kita masih bahagia, itulah cinta. Cinta juga pilihan. Pilihan untuk terus mencintainya, dan tidak berpindah lagi ke lain hati.

Untuk terus mencintai, tidak hanya dibutuhkan perasaan tapi juga pemikiran. Yang membuat keputusan itu kepala kan? Ketika logika sudah berbicara, kita seharusnya sudah bisa memutuskan: siapa yang layak kita cintai, siapa yang tidak.

Cinta itu bukan hanya kata benda, tapi juga kata kerja. Ketika kita memutuskan untuk mencintai, kita akan "bekerja" untuk mempertahankannya. Cinta itu adalah komitmen. Komitmen untuk menjadikannya prioritas, berkompromi, juga berkorban.
Cinta tanpa komitmen nggak akan bertahan lama. Makanya kalo memang cinta, nggak ada yang akan takut diajak berkomitmen :)

Cinta sejati itu bisa dirasakan, ditunjukkan, dan dapat dilihat - bukan hanya sekedar didengar. Cinta sejati menerima apa adanya, tanpa ingin mengubah. Kalo berubah pun, pasti karena keinginan sendiri, bukan karena paksaan.

Cinta sejati itu percaya dan tidak akan pernah menyerah, sesulit apa pun keadaannya. Ketika jarak memisahkan, kalau itu memang cinta sejati, nggak akan ada yang berubah.