Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juli 2013

Air Mata

Air mataku sengaja kuteteskan di atas buku kosong. Supaya meresap rasa ini dan bercerita mereka di sana. Saat lupa, mereka mengingatkan. Malam hari, air mata yang sudah kering menjelma menjadi kata-kata. Terpatah-patah dan tak rapi, karena begitu memang kalau menangis.
Daripada kubiarkan kering di tempat-tempat tak penting, aku membeli sebuah buku khusus untuk mencatat butiran air mataku. Butiran air mata itu sebenarnya kata-kata yang tak terucap. Makanya mereka butuh buku kosong. Mata juga bisa menulis kan.
Karena mata adalah juga pena. Air mata adalah tinta. Mereka memproduksi kata-kata yang tak terbaca oleh mata. Sekarang buku air mataku ini sudah belasan bab. Judulnya beragam. Tapi, tentunya kamu nggak bisa baca.
Mataku sembab. Seperti tulang jari yang lelah menulis. Itu di toples ada jutaan detik-detik yang terbuang saat kamu memandangi aku.

Kamis, 18 Juli 2013

Once Upon Time

Beberapa hari lalu dapet cerita tentang Imam Al Ghazali, filsuf dan ilmuwan muslim yg banyak banget kontribusinya dalam perkembangan Islam.
Anyway, jadi ceritanya, waktu  Al Ghazali meninggal, dan sedang dimandikan (jenazah) oleh salah seorang sahabatnya, tiba-tiba sahabatnya melihat wajah Al Ghazali mendadak tersenyum hampir seperti sedang tertawa.
Sahabatnya bilang "Demi Allah, aku harus tau apa yg membuatmu tersenyum.." pada jenazah tersebut. Keesokan harinya, si sahabat ini mimpi bertemu Al Ghazali. "Aku mendengar kamu berucap Demi Allah sehingga Ia memerintahkanku untuk memberitahumu. Ketahuilah saat engkau memandikanku, sesungguhnya amalan-amalanku sedang dihitung. Dan tahukah kamu apa amal ku yang pertama diterima oleh Allah? Yaitu, satu hari aku hendak menulis kitab, lalu di botol pena ada seekor lalat yg hinggap dan meminum tintanya.. Lalu aku membiarkan hingga dia kenyang dan terbang baru aku mencelupkan penaku dalam botol.. Keikhlasanku menunggu lalat minum itu adalah amal pertama yg diterima oleh Allah. Dan itu sungguh membuatku tertawa!"

Di antara amalan2 lainnya, justru yang diterima pertama kali adalah hal yang (keliatannya) sepele… Subhanallaahh ~~