Selasa, 07 Mei 2013

Gelombang Radio

Gelombang di lautan radio.
Deburnya berisik membasahi gendang telinga.

Padahal dengan mudah air sepercik dikeringkan,
tapi air yang tertampung di laut, nggak ada orang bisa mengelus dasarnya.

Kamu, entah air sepercik di tangan;
atau air bergerombol dengan gelombang di laut;
tetap saja air.

Senin, 01 April 2013

Kepalaku: Kantor paling sibuk di dunia

Engkau tahu? Kepalaku: Kantor paling sibuk di dunia.
Anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah di sana.
Tak mengenal hari minggu atau hari libur nasional.
Tak pula mengenal siang dan malam. tak mengenal
apa-apa kecuali bekerja, bekerja, bekerja dan bekerja.
Kadang-kadang ingin sekali suatu pagi melihatnya datang
menyodorkan sehelai map berisi surat permohonan cuti.
Ingin pergi ke satu tempat yang jauh, mengasingkan diri
beberapa hari di pertengahan nopember yang lembab sembari
merayakan hari ulang tahun sendiri. lalu di depan pintu
kantor terpasang sebuah tanda berwarna merah: Tutup.
Tetapi ia betul-betul seorang pekerja keras.
Setiap saat ia berada di kantor. mungkin hendak
menyelesaikan seluruh persoalan waktu yang tidak
pernah mampu selesai itu: Tentang masa lampau
yang tersisa di masa sekarang, tentang keinginan
berhenti atau tak berhenti, juga perihal lain yang sepele
namun sungguh rumit buat dijelaskan.
Ya, percayalah! kepalaku: Kantor paling sibuk di dunia.
anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah di sana: Engkau saja!

Sabtu, 09 Maret 2013

Anak Angin

Aku mengagumimu, anak angin.
Ingin kukecup helai rambutmu.
Kubaui aroma merdumu.
Beri aku satu nyanyian,
dan akan kulahap semua rayu.


Tak apa jika kau tak lama.
Sebentar saja, ingin kuhirup lembut senyummu.
Perdengarkan lagi sedikit iramamu.


Anak angin, aku suka kamu.


Aku tak pernah mencumbu rindu.
Menghela pedih.
Tak pernah.
Tapi padamu, anak angin,
kutitipkan degup hatiku.
Dan seluruh candu.


jatuhkan peluhmu.
Kecup sedikit rinduku.


Telah kutitipkan senyumku pada hujan,
yang bulirnya berlompatan,
di atas panggung dedaunan.


Kau dengar, anak angin?
Dandelion pun bermelodi.
Mereka menyanjung, membuatmu tersanjung.
Menunggumu ikut bersenandung.


Dengar anak angin,
aku tak takut kau pergi.
Waktu yang kucuri darimu,
kusimpan di kotak magisku.
Terkunci oleh nafasmu,
hela terakhir nafasmu.


Saat kau pergi,
titipkan senyummu pada hujan.
Seperti yang selalu kulakukan.


Kala awan mulai gelap,
dan anak hujan berlompatan
di atas panggung hijaunya.
Kala Dandelion menyombongkan melodinya,
kala itu juga, ingat aku.


Ingat aku.
Seperti aku ingat kamu.

Jumat, 01 Maret 2013

Kenangan Tahun 90'an

Masih ingat tahun 90’an, jaman dimana dulu kita masih SD-SMP?
Jaman dimana artis cilik yang gue sukain diisi oleh Bondan Prakoso (Si Lumba-Lumba), Eno Lerian (Nyamuk Nakal), Melisa (Semut Semut Kecil), Chiquita Meidy (Kukuku), Trio Kwek-Kwek, Agnes Monica dll.
Oke disini gue cuman ingin sedikit flashback, mengenang serunya jaman 90’an dibandingkan dengan jaman sekarang. Berikut adalah hal-hal dan perilaku seru yang dulu nge-trend ditahun 90’an, waktu gue masih kecil. :D
  1. Baca komik DORAEMON, DRAGON BALL, KUNGFU BOY dll didalam kelas sampai disita guru.
  2. Rebutan main mesin game (DINGDONG). Kalo yang tajir beli NINTENDO, SEGA atau GAMEBOY (dulu itu adalah barang yang cukup mewah untuk anak-anak).
  3. Ngabisin koin di TELEPON UMUM atau WARTEL.
  4. Pakai jam tangan merk G-SHOCK (yang didalamnya ada gambar Lumba-Lumba dll)
  5. Main MONOPOLI, ULAR TANGGA, dan KARTU KWARTET (yang kalah dicoret pakai bedak).
  6. Main TAMIYA sampai lupa waktu, akhirnya didatangin ortu ke lintasan tamiya.
  7. Main PETAK UMPET sama teman-teman satu kampung.
  8. Main KARET GELANG, CONGKLAK dll.
  9. Tidur selalu tepat waktu jam 21.00 Wib (bukan seperti sekarang, anak-anak ngerasa bangga gitu kalau insomnia. Bahahaha... gak gaul kalau gak insom).
  10. MANDI DISUNGAI bareng teman-teman (cowok cewek bergabung, pede aja kali, hahaha).
  11. Beli COKLAT merk AYAM JAGO, dan WAFER merek SUPERMAN, dan makan PERMEN JAGOAN NEON biar lidahnya berwarna.
  12. Setelah era sablon dan bordiran ALIEN atau SHUVIT berlalu, ganti pakai baju ala POINTBREAK (Stussy, Billabong, Rip Curl, Volcom, dll)
  13. Bangga memakai TAS SLEMPANG ber-merek KUTALINES atau DAGADU.
  14. Nonton POWER RANGER, SAINT SEIYA dan KOTARO MINAMI yang berubah jadi KSATRIA BAJA HITAM.
  15. Pergi ke sekolah pakai SEPATU LAMPU, itu loh sepatu yang kalo kita injek keluar cahaya lampu-lampu dari bawah, hahaha PRO ATT
  16. Ngumpulin TAZOS dari CHIKI dan CHITATO.
  17. Ngumpulin KERTAS FILE LUCU dan main tuker-tukeran ama temen sekelas.
  18. Menggosip tentang PULPEN NARKOBA, pulpen yang wangi sangat.
  19. Pakai sandal CARVIL dan NECKERMAN anti slip (sering diplesetin menjadi NYEKERMAN).
  20. Ngerasa kurang gaul kalau belum ngisi BIODATA di BINDER TEMAN, btw itu binder masih ada gak sekarang? Hahahaha Makanan Favorit (Mafav), Minuman Favorit (Mifav)
  21. Memasang TATTO hadiah dari PERMEN KARET YOSSAN.
Menurut gue sih masa dulu emang indah ya, berbeda dengan jaman sekarang, jaman dimana anak-anak kecil sudah didoktrin oleh gadget dan sekutunya. Kasian sama adik-adik yang sekarang, masa kanak-kanaknya terenggut oleh ALAY dan ALAYWATI, kecil-kecil udah pakai Smartphone kayak BB, Iphone, Android,  sok gaul pakai mobil orang tua, dugem biar dibilang macho, hahaha DEWASA KARBITAN! :D
Pasti bakalan ada yang hilang setelah tahun 2000’an

Rabu, 06 Februari 2013

? (tanda tanya)

Tanda tanya itu hantu. 
Menempel raga, menyatu jiwa.
Tanda tanya itu tuhan.
Mengatur rasa, meraja surga. 
Tidak ada titik dalam dunia.
Yang ada hanya koma
dan tanda tanya.

Kamis, 24 Januari 2013

Kota Sejuta Angkot

Hai Bogor. Apa kabar?
Apakah kamu masih sejuk seperti dulu, ketika hujan sering turun, dan membuat rumput-rumputmu membasah indah. Sementara ketika hujan tak turun, kamu begitu terik. Lalu bertambah panas dengan angkutan umum berwarna hijau yang berseliweran memadati tubuh-tubuh jalananmu. Masihkah kamu menyediakan malam-malam indah? Dengan berbagai tempat makan murah meriah, dan yang teristimewa, tentu saja coklat panas di Taman Koleksimu. Sempurna, tak ada duanya.
Ah, kamu memang menyimpan banyak cerita untuku. Persahabatan, hingga cinta. Apakah kamu ingat ketika kami berkumpul bersama di awal sebuah pendidikan di kampus negeri ternama? Mencoba saling mengenal. mengakrabkan diri, lalu saling berbelanja di Taman Topi. Secara tak terencana kami masuk ke museum zoology. Kamu pasti ingat. Ketika beberapa dari kami merayu petugasnya untuk mendapatkan tiket murah. Karena kami hanya akan ke museum, tidak ke Kebun Raya. Tiket murah itu, akhirnya kami dapatkan dengan modal KTM (ups, sekarang jadi berasa curang, hehe). Lapar, kami pun berpindah ke Taman Kencana, saling bicara, juga bernyanyi lagu milik kami sendiri. Menikmati ayam bakar, sebelum akhirnya berlari-lari kecil karena titik-titik air mulai membasahimu. Hujan menuntun kami masuk ke kedai Makaronimu yang terkenal, berbagi menu andalannya, sambil menyeruput coklat panas.
Aku tak tahu pesona apa yang ada di dirimu, hingga membuat kami yang baru mengenal beberapa bulan, merasa cukup akrab untuk bercerita apa saja. Cita-cita, cinta, bahkan masalah keluarga. Beberapa kali aku menggigit bibir menahan tangis mendengar cerita mereka, juga ketika menceritakan ceritaku. Mereka, sahabat-sahabatku tak tahu. Tapi kamu tahu Bogor, kamu menyaksikannya.
Apakah kamu ingat satu hari di bulan puasa. Aku hampir kau buat menyerah. Ketika terikmu membakar ubun-ubun hingga tenggorokanku. Rasanya aku ingin memutus puasaku. Tapi tidak, Tuhan telah begitu baik memberikanku persahabatan yang indah, yang mengantarkanku menapaki terik panasmu. Hari itu, aku bersama seorang sahabat menuju kampus negeri terbesar yang kau miliki. Menghadap dosennya. Dan perjalanan setengah jam terasa bagai tiga jam, berbuah sebuah video tiga menit dari sang dosen kemudian memberikan kami inspirasi dengan semangatnya.
Wahai Bogor, setiap perjalananku dengan kereta menuju Jakarta lalu kembali lagi, selalu menumbuhkan berbagai kenangan, jauh sebelum sampai menyentuh bumimu. Pernah aku berdesak-desakan dengan rombongan orang-orang berjubah putih dan berpeci yang jumlahnya ribuan. Pernah aku berdiri tenang, tertawa bersama sahabat-sahabatku, berimajinasi panjang, dan geleng-geleng keheranan melihat sahabat kami tidur sambil berdiri di kereta. Pernah ada satu masa dimana aku menatap nanar perjalanan panjang. Merasa terpaksa menemuimu, di tengah patah semangatku yang belum sembuh. Karena kamu menyimpan kenangan yang mampu membuat semangatku terbuka kembali.
Ada masa dimana aku begitu mengagumimu, jatuh cinta padamu, dan terpikir untuk tinggal dalam buaianmu. Ingatkah kamu ketika aku menjelajahi beberapa sudutmu? Sebuah kampus, sebuah taman, sebuah museum, sebuah masjid, sebuah GOR Palaran, sebuah pasar, dan sebuah bioskop yang saat itu sangat murah hingga kucing saja bisa masuk dengan mudahnya. Saat itu aku sedang kesepian. Kamu pasti menyaksikan betapa debar jantungku berdegup terlalu kencang. Betapa sering aku tersenyum dan pipiku memanas. Kamu adalah titik awal, dimana perasaanku yang sudah beberapa bulan kupendam, rasanya ingin menumpah keluar. Lalu kamu menjadi titik awal, dimana sebuah hubungan indah berjalan, dan tiba-tiba hancur berantakan. Teramat singkat, teramat brutal, bahkan sebelum aku sempat tersadar aku kembali lagi ke Samarinda.
Tapi tentu saja, ceritaku tak berhenti sampai di situ. Begitupun kesaksianmu. Kamu lihat kan, betapa kuatnya aku. Saat  aku berjalan tanpa menunduk. Daguku kuangkat, senyumku mengembang. Aku memasuki hall salah satu Gymnasium-mu, berjalan mantap ke arah pelaminan, dan memberikannya selamat. Tersenyum, aku tahu aku tulus, dan aku baik-baik saja. Kamu, menyaksikan aku tumbuh menjadi dewasa, menjadi matang, dan lebih bijaksana.
Maka saat ini, kapanpun aku menapakimu. Aku siap menorehkan berbagai cerita yang baru. Menciptakan langkah ringan, penuh canda tawa. Memasuki Kedai murah, memesan nasi tim dan es teh manis. Menjelajah hingga sore, menyeruput coklat panas terenak sedunia. Menunggu malam bersama kawan-kawan, lalu makan ayam goreng Dallas.
Mungkin kamu bukan kota terhebat yang kupilih tuk berlabuh. Namun selalu ada cerita tentang cinta dan persahabatan setiap kali aku menyentuh sudut-sudutmu. Semoga kamu tak pernah bosan untuk menyaksikan dan menyimpan kisahku. Karena aku ingin sesekali mengunjungimu jika ada waktu hingga suatu saat nanti.
24 Januari 2013
Untuk kota sejuta angkot
Aku yang menitipkan jutaan kenangan padamu

Senin, 14 Januari 2013

Jiwa Orang Gila

Orang gila bermimpi suatu hari ia akan normal. 
Lalu orang gila menertawakan mimpi itu dan terbangun.
Aku bukan orang gila.
Aku hanya mengikuti kata jiwa.
Kata orang jiwaku hilang.
Memangnya, jiwa ada di mana?