Selasa, 07 Februari 2012

3 kebiasaan buruk saya saat sakit

Dua hari terakhir ini kesehatan saya berada di bawah garis kemiskinan. Tempat terjauh yang saya kunjungi sepekan ini adalah puncak di Villa Cipanas - Cianjur.
Setiap orang punya kebiasaan-kebiasaan (kadang-kadang buruk) ketika berada dalam keadaan sakit. Berikut ini tiga kebiasaan buruk saya ketika sakit.
1.
Tidak suka ditemani. Saat sakit adalah saat ketika saya menjadi manusia yang sangat asosial. Saya malas bertemu siapa pun. Mama saya paling tahu hal ini. Sejak kecil saya tidak suka ada orang di sekitar saya ketika saya sakit. Itulah kenapa saya seringkali memilih merahasiakan penyakit saya.
Saat saya malas mengirim pesan pendek atau menelpon Mama, dia tahu saya sedang sakit dan tidak mau diganggu. Orang-orang dekat saya juga tahu soal ini—teman-teman dekat saya juga. Sakit adalah ruang di mana saya senang bersama dengan diri sendiri.
Ketika sakit, saya gampang mengabaikan siapapun. Iya, saya tahu ini kebiasaan buruk.
2.
Malas mandi. Saat sakit, meskipun tidak terlalu parah, adalah saat ketika saya menjadi orang paling hemat air di dunia. Saya bisa tahan berhari-hari tidak mandi. Untuk apa mandi jika saya tidak akan bertemu siapapun! Kemalasan saya mandi adalah senjata agar tidak seorangpun berani mendekati saya ketika saya sakit. Ingat poin pertama tadi!
Satu-satunya alasan yang mampu membuat saya mandi ketika sakit adalah kepala saya. Saya tidak tahan tidak mencuci rambut selama dua hari.
3.
Membaca, menulis, dan menonton. Saya bisa membaca dengan sangat lahap ketika saya sakit. Saya bisa menghabiskan waktu tanpa makan pagi dan siang karena tenggelam dalam bacaan saya. Dalam dua pekan ini saya menghabiskan belasan buku, puluhan artikel, dan ratusan puisi di internet.
Semakin rajin saya membaca, semakin kuat saya menulis. Saya selalu merasa punya amunisi banyak sehabis membaca. Saya menghasilkan banyak draft tulisan selama beberapa hari terakhir ini.
Saya juga bisa bertahan tengkurap atau duduk berlama-lama di depan komputer untuk menonton film apa saja ketika sakit. Beberapa hari terakhir ini saya menjelajah banyak tempat di dunia maya mencari film untuk saya tonton.
*
Nah, itu tiga kebiasaan buruk saya saat sakit. Terima kasih telah membaca postingan sangat tidak penting ini. Haha. Eh, kamu punya kebiasaan buruk apa saat sakit? Ayo, tulis di kolom komentar ya.
Catatan: Kali ini, jangan ceramahi saya di kolom komentar! Hahaha.

Kamis, 02 Februari 2012

selusin canda kecil – 2

satu -
mata berkenang-kenang
adalah salah satu gejala mengidap rindu.

dua –
kesimpulannya:
berlatih kesabaran butuh kesabaran.

tiga –
jika sakit berlanjut, hubungi dia.
kau masih mencintainya.

empat –
aku mencintai kedua kakiku dan kedua kakimu,
mereka yang membuat kita menyentuh bumi.

lima –
ketakutan yang kau turutkan hari ini
akan merusak kenanganmu di masa depan.
waspadalah! waspadalah!

enam –
setiap kata adalah sekeping puisi.
setiap kata yang lahir dari bibirmu
adalah puisi utuh.

tujuh –
membenci dirimu sendiri
akan membuat orang
yang mencintai dirimu bingung.

delapan –
jika merasa waktu berjalan sangat lambat,
kemungkinan besar kau sedang menyakiti seseorang
yang kemungkinan terbesarnya dirimu sendiri.

sembilan -
ini typo yang berulangkali aku lakukan
di saat rindu: aku sangat bencintaimu.

sepuluh –
aku punya pengalaman kerja
17 tahun mencintaimu
sebelum kita bertemu.

sebelas -
di sebuah halte yang sepi,
hujan mampir dan berteduh.

duabelas -
percayalah, engkau dicintai lebih besar
daripada yang engkau bayangkan!

Rabu, 01 Februari 2012

selusin canda kecil – 1

satu -
jika kebahagiaan mengabaikanmu,
coba colek dia dengan sebatang cokelat.

dua –
kau selalu terburu-buru meninggalkan rumah di pagi hari
sebab kau melulu pulang larut malam.

tiga –
aku berupaya sekuat-kuatnya mencintaimu setiap saat,
sebab aku orang yang sungguh muda dilupakan.

empat -
kamu masih ingat semboyan kita?
“bersama kita jatuh, cinta.”

lima –
jika kau tak punya kata-kata,
gunakan bibirmu!

enam -
aku tidur, maka kau ada.
berhentilah jadi mimpiku!

tujuh –
aku masih menggunakan kalendermu dua tahun lalu.
aduh, alangkah jauh kau meninggalkan aku!

delapan –
buat yang punya pacar tulislah puisi cinta!
buat yang jomblo tuluslah puasa cinta!

sembilan –
buku, kata garrison keillor, adalah hadiah
yang bisa dibuka dan dibuka lagi.
kau pernah bilang hatimu bagai buku.
aku buka lagi, boleh?

sepuluh –
rasa cokelat akan betul-betul sempurna
jika kau nikmati sendiri. percayalah!

sebelas -
jika engkau ingin tetap berada dalam cinta,
sentuhlah hal-hal lama dengan kata-kata baru.

duabelas -
aku tak akan mengatakan aku bisa
jika aku tak bisa mengatakan aku akan.