Sabtu, 10 September 2011

Meilya Arbayanti (1 Mei 2010 - 5 Mei 2010 ; 11 Nopember 2010 - 30 Desember 2010 ; 27 Agustus 2011 - 18 Nopember 2011)

 

Meilya arbayanti kelahiran 27 mei 1992 yang sekarang menjadi mahasiswi di Universitas Mulawarman jurusan Hubungan Internasional. Gue pernah berpacaran dengan dia dan selama hubungan tersebut gue sudah beberapa kali putus nyambung. Yang pertama waktu itu gue sempat menyatakan cinta untuk yang pertama kalinya, karena dulu waktu SMP gue sempat suka sama dia. Tapi gue memikirkan juga bahwa ada teman dekatnya yang terbilang suka sama gue (GR banget ya gue) dan mungkin kalo gue nembak ke dia saat itu yang ada juga di tolak karena dia pasti bakalan milih temannya. Maklum gue kan dulu gue gak ganteng-ganteng amat, ya 11:12 lah sama yang namanya Justin bieber… hahaha ^_^V

            Setelah kejadian malam itu gue keterima tepat hari Selasa tanggal 1 Juni 2010 gue di terima, Setelah ngajak dia nongkrong di cafe V3. Awalnya sih dia ragu karena cowok seganteng gue kok sampe sekarang gak punya pacar (Eh busyet dah gue kepedean banget ya), sebenarnya sih dia itu ragu kenapa gue secepat itu mengatakannya padahal gue baru aja ketemu dengan dia sejak pisah dari SMP. Gue jelaskan secara singkat kalo dulu gue sempat suka sama dia karena adanya faktor eksternal jadi gue dulu belum bisa memperlihatkan rasa suka gue ke dia.
          Setelah beberapa hari kemudian gue banyak mempertanyakan hubungan ini bakalan gak serius. Karena entah kenapa pernyataan cinta gue sebenarnya hanya diterima sementara oleh dia. Terbesit dalam benak gue karena dia sebenarnya pengen nolak tapi takut merusak hubungan pertemanan kami atau mungkin dia masih takut menyakiti perasaan temannya yang duku itu pernah suka sama gue. Selang 5 hari kemudian tepatnya hari Sabtu tanggal 5 Juni 2010, yang sebenarnya gue pengen nikmatin malam minggu dan first date gue menjadi berantakan karena dia belum bisa menerima kegantengan gue *loh* maksudnya belum bisa nerima gue apa adanya. Setelah kejadian itu gue cuman bisa nerima yang telah di takdirkan oleh Allah SWT dan mungkin dia gak sanggup menjalani hubungan LDR. Karena gue saat itu sudah keterima di salah satu perguruan tinggi di Bogor.


Beberapa bulan gue jarang kontak batin dan berkomunikasi bareng dia, tapi pada bulan November dia menghubungi gue melalui pesan singkat saat gue lagi Bete-Bete’nya merhatikan pelajaran mata kuliah matematika tentang integral lagi *Oh My God*. Dari situlah awal gue membuka hati gue untuk dia kembali, selang beberapa minggu kami menjalani pendekatan kembali. Dia ngajak gue untuk mencoba hubungan kita yang sempat dia ragukan dulu. Tapi lagi-lagi kami dihadapkan dengan hal yang sulit yaitu tentang jarak yang memisahkan kita. Yaudah tapi kami mencobanya kembali dengan lapang dada, tepat hari Kamis 11 Nopember 2010 kami jadian untuk yang kedua kalinya. Awalnya senang-senang aja sih, karena gue sempat webcam’an sama dia waktu kencan kami pertama di situs jejaring sosial. Tapi yang bikin gue Bete adalah saat dimana dia bisa ngeliat gue, sedangkan gue gak bisa ngeliat gue. Ngenes banget yak karena koneksi jaringan gue saat itu adalah 3G dan dia adalah edge *Sumpah nyesek banget*.
                Kami jalanin itu apa adanya sampe akhirnya dia sudah gak kuat lagi ngejalanin hubungan jarak jauh ini karena gue gak bisa memberikan kemesraan saat dia jauh disana. Baru sekitar 2 bulan kurang gue ngelanin Long Distance Relationship ini bareng dia, tepat hari Kamis tanggal 30 Desember 2010 gue dan dia udah gak dapat lagi ngelanjutin hubugan jarak jauh ini. Awalnya gue nyesek banget sih karena di malam tahun baru gue gak punya pacar dan untuk ngelepas rasa penat itu gue dan temen-temen gue merayakan tahun baru di Taman Mini Indonesia Indah dan ini ceritanya Liburan Tahun Baru

                Beberapa bulan kemudian tepatnya bulan Agustus gue pulang kampung dan diberikan kesempatan berlibur dari akademik hanya sekitar 13 hari untuk merayakan libur lebaran terhitung dari tanggal 23 Agustus – 4 September 2011. Orang yang saat itu pengen gue temuin adalah dia. Pada hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2011 gue ngajak kencan dia untuk pertama kalinya (first date) pas dimana pada saat itu adalah waktunya saturday night, awalnya sih gue bilang ke dia walaupun kita kali ini tanpa status apapun. Karena seumur-umur gue belum pernah ngerasain kencan selama gue LDR sama dia selama ini. Selama di perjalanan gue memegang tangannya erat agar dia tau bahwa gue masih cinta sama dia, tapi selama itu juga dia keliatan sedih karena gue saat itu sudah ada yang punya. Kemudian gue ajak dia di suatu resto yang pemandangannya cukup indah, gue tatap dia dalam-dalam dan gue bilang ke dia kalo gue hingga saat ini masih cinta dan sayang sama dia. Kemudian gue tanya apakah dia juga masih sayang dan cinta sama gue? Dia tak mengatak sepatah kata pun dan merunduk sedih serta menganggukkan kepala yang seakan-akan dia mengatakan bahawa dia juga masih cinta dan sayang sama aku. Dan pada malam itu juga secara sadar dan tidak langsung gue udah menetapkan hari jadian gue lagi.


Hari-hari pun makin terasa cepat gue laluin bersama dirinya dalam libur lebaran kali ini, tak terasa udah hari Sabtu tanggal 3 September 2011. Gue berpikir apakah ini hubungan ini nantinya akan tahan dalam setahun kedepannya atau mungkin hubungan ini seperti hubungan gue yang seperti lalu-lalu bakalan hancur di tengah perjalanan. Malam itu merupakan malam minggu yang mungkin malam terakhir gue bersama dirinya. Pada saat itu gue merasa sedih dalam hati karena gue udah gak bisa melindungi dirinya dari penggalauan yang terbesar dalam hatinya. Selama dalam perjalanan dia menangis di punggung gue dan memeluk erat gue, seakan-akan dia gak mau berpisah dengan gue untuk setahun kedepan ini.
Gue juga merasa dengan berat hati kalo gue bakal menjauh darinya, tapi gue juga sudah memutuskan dengan bijak bahwa gue harus membiarkan dia mencari yang jauh lebih baik dari gue yang bisa menyayangii dia dan melindungi dia dari kerasnya hidup. Berat memang gue ngatain itu sama orang yang gue cintai sendiri, tapi itulah yang bisa gue lakuin untuk mengungkapkan isi hati gue kalo selama ini gue ingin yang terbaik untuk dia kedepannya. Walau itu menyiksaku, ku ingin kau bahagia sayang.
Hingga saat ini gue memutuskan hubungan komunikasi dengan dia , karena gue mau bikin dia move on dari gue dan bisa mencari yang lebih baik dari gue selama setahun kedepannya agar dia ada yang ngejagain selama pundak gue gak bisa menjadikan sandaran untuk tempat dia menangis. Semoga dengan ngebaca artikel ini, kamu bakalan tau kalau aku masih tetap mencintai kamu hingga saat ini. Maaf ya sayangku, aku lakuin ini semata-mata hanya untuk kebahagiaan kamu kedepannya. Karena aku ngerasa ini adalah jalan yang terbaik untuk aku dan kamu walau keputusan ini sangat berat untukku dan resikonya mungkin aku bakalan terlupakan oleh kamu. I love you, bee :*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam.